Sebuah video menayangkan kepala desa (kades) di Kabupaten Bogor
bernama Wiwin Komalasari menertawakan nasi kotak yang ia bawa dari acara bupati, beredar viral di media sosial.
Dalam video yang beredar viral, Wiwin Komalasari tengah memakai baju dinas berwarna putih dan berjalan bersama rekan-rekannya.
"Assalamualaikum ini baru kali ini saya bawa berkat," ucap Wiwin Komalasari yang diikuti dengan tawa terbahak-bahak.
Adapun, berkat dalam bahasa Sunda berarti nasi kotak yang dibawa pulang dari sebuah hajatan.
Kemudian, Wiwin Komalasari memperlihatkan rekan-rekannya yang menenteng nasi kotak yang berada di dalam kantong berwarna putih.
"Ibu bawa jomet ya?" kata Wiwin Komalasari sambil tertawa.
"Geli ya? Ketawa terus," katanya lagi.
Aksi Wiwin Komalasari dalam video tersebut lantas mendapatkan kecaman dari warganet.
antas, bagaimana reaksi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor atas hal ini?
Disentil Pemkab Bogor
Pemkab Bogor akan memanggil Wiwin Komalasari yang adalah Kades Gunung Menyan, atas aksinya menertawakan nasi kotak.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMP) Kabupaten Bogor, Renaldi Yushab Fiansyah mengaku telah menerima arahan dari Pak Bupati.
"Kami atas nama Pemerintah Daerah kabupaten Bogor Mohon Maaf apabila konten di media sosial salah satu kepala desa kami membuat beberapa pihak kurang nyaman," kata Renaldi dikutip dari akun instagram @kabupaten.bogor.
"Insya Allah atas arahan Bupati Bogor, saya selaku Kepala DPMD Kabupaten Bogor akan segera memanggil pihak oknum Kepala Desa tersebut dan melakukan pembinaan," ujarnya.
Hal serupa diungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika yang sudah mengingatkan Kades Wiwin melalui Camat Pamijahan.
"Pemanfaatan medsos itu harus bijak, ada yang sifatnya pribadi, ada yang sifatnya terkait dengan jabatan kita, ada yang berimplikasi terhadap pribadi, ada yang terhadap pekerjaan kita," ujar Ajat dikutip dari TribunnewsBogor, Senin (24/2/2025).
Menyikapi kejadian itu, Ajat Rochmat Jantika meminta kepala desa tersebut untuk menjadikan hal ini sebagai catatan agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.
Terlebih, kontroversi yang dilakukan oleh kepala desa tersebut bukan pertama kalinya terjadi menjadi sorotan publik.
"Sementara hanya mengingatkan, jadi saya kira harus bisa belajar dari kasus-kasusnya," ujar dia.
"Saya kira itu akan kembali ke beliau disukai atau tidak nantinya, tapi kita sebagai pembina mengingatkan untuk tidak melakukan hal-hal serupa karena citra Kabupaten Bogor ini menyongsong (tagline) Bogor Istimewa jadi harus istimewa," ungkapnya.
Klarifikasi Wiwin Komalasari
Sementara itu, Wiwin Komalasari membuat video klarifikasi setelah aksinya menertawakan nasi kotak itu beredar viral.
Klarifikasi tersebut ia sampaikan melalui akun TikTok miliknya, @ratuwk1414.
Kades Wiwin menjelaskan arti geli dalam video tersebut bukanlah bermaksud jijik atau ketidaksukaan.
"Sebetulnya kita tidak ada niatan untuk menghina, melainkan seru-seruan gitu. Kita dapat makan itu di TC, dan tidak makan di sana melainkan dibawa."
"Ditenteng, seru-seruan seneng. Mungkin di situ ada kata-kata jijik, melainkan itu lucu gitu. Saya sendiri orang Sunda, kita seru-seruan bawa berkat ini karena kita makan bareng-bareng di parkiran."
"Bukan niatan menghina, mungkin ada kata jomet itu Bahasa Sunda artinya kejo saemet, seru aja seneng. Tidak ada unsur menghina atau melecehkan," bebernya.
Wiwin Komalasari mengaku bahwa ia tidak menyangka bahwa videonya itu bisa mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan.
"Saya tidak tahu (akan) meledak seperti ini. Intinya saya berbicara di sini dengan saya berbicara seperti garus besarnya geli, itu bukan menghina ataupun mencemooh ke makanan itu, melainkan happy seneng."
"Karena saya juga periang, suka ngakak, humoris, yang kenal saya pasti tahu dalam arti tidak menghina siapapun ataupun tentengan itu," tegasnya.
Setelah kejadian ini, Wiwin Komalasari mengaku akan lebih berhati-hati dalam bertutur kata agar peristiwa serupa tidak terulang lagi.
"InsyaAllah saya akan lebih hati-hati lagi, yang saya lontarkan tidak ada niatan menghina kadang orang lain berpikir berbeda."
"Saya akan perbaiki lagi, dan saya minta maaf kalau pun itu ada yang tersinggung, saya pribadi tidak ada niatan menghina," tukas Kades Gunung Menyan itu.







0 komentar:
Posting Komentar